Hadis dan Kerukunan Beragama: Reinterpretasi Hadis Toleransi dengan Pendekatan Hermeneutika Gadamer

Penulis

  • Khaerul Umam Umam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta image/svg+xml
  • Ala’i Nadjib Ala'i Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.52048/5ayy8402

Kata Kunci:

Hadis, Hermeneutika Gadamer, Kerukunan Beragama, Toleransi

Abstrak

Memahami hadis hanya secara tekstual dan parsial dapat menyebabkan seseorang bersikap eksklusif, tidak membuka ruang untuk berinteraksi dengan agama lain sebagai bentuk kerukunan dalam beragama. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa hadis sebenarnya mengandung nilai-nilai harmoni dan toleransi beragama, meskipun hal ini tidak disebutkan secara eksplisit. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan menggunakan pendekatan tematik hadis untuk mengkaji koleksi hadis yang relevan, termasuk Saḥīḥ al-Bukhārī, Saḥīḥ Muslim, dan Sunan Abū Dāwud. Sedangka kerangka teoretis di dalam studi hadis ini menggunakan Hermeneutika Hans-Gadamer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nabi secara konsisten menekankan rasa hormat, toleransi, dan kebijaksanaan dalam menghadapi perbedaan, mempromosikan pendekatan inklusif terhadap keragaman agama dan sosial. Selain itu, penelitian menemukan bahwa pendekatan Nabi Saw  terhadap perbedaan menekankan nilai-nilai bersama, kesabaran, dan non-paksaan dalam urusan keyakinan. Kesimpulannya, hadis ini memberikan wawasan berharga untuk memupuk harmoni antar komunitas. Dengan mengadopsi nilai-nilai ini, masyarakat modern dapat berusaha mengurangi ketegangan agama dan membangun hubungan yang lebih harmonis antar agama. Oleh karena itu, studi ini memperkuat penelitian terdahulu untuk ikut berkontribusi terkait harmoni antaragama dengan mengacu pada ajaran Islam yang mendasar.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Diterbitkan

2025-12-22

Cara Mengutip

Hadis dan Kerukunan Beragama: Reinterpretasi Hadis Toleransi dengan Pendekatan Hermeneutika Gadamer. (2025). Inovasi: Jurnal Diklat Keagamaan, 19(2), 303-324. https://doi.org/10.52048/5ayy8402