Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan: Menjawab Tantangan dan Merancang Solusi Inklusif
DOI:
https://doi.org/10.52048/8bce5z83Kata Kunci:
kecerdasan buatan, kurikulum adaptif, literasi AI, pendidikan digital, transformasi pembelajaranAbstrak
Pengintegrasian kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam pendidikan menawarkan potensi besar untuk mentransformasi proses pembelajaran melalui personalisasi materi, peningkatan efisiensi administratif, dan pemberian umpan balik instan. Namun, penerapannya menghadapi berbagai tantangan signifikan, termasuk ketimpangan akses dan infrastruktur, isu etika dan privasi, ancaman terhadap peran tradisional guru, serta rendahnya kesiapan sumber daya manusia dan kurikulum. Artikel ini menggunakan pendekatan systematic literature review terhadap publikasi 2020–2024 yang diperoleh dari basis data bereputasi, dengan fokus pada identifikasi tantangan utama dan solusi strategis. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi AI memerlukan strategi sistemik yang mencakup investasi infrastruktur digital inklusif, kemitraan publik–swasta, pengembangan platform AI low-bandwidth, penerapan kebijakan perlindungan data, penerapan AI yang transparan dan dapat diaudit, serta integrasi literasi AI dalam pelatihan guru dan kurikulum nasional. Peran guru perlu direkonseptualisasi sebagai fasilitator kolaboratif yang memadukan pedagogi humanistik dengan pemanfaatan AI. Dengan pendekatan lintas sektor yang inklusif, etis, dan kolaboratif, AI berpotensi menjadi instrumen penguat transformasi pendidikan yang adil, relevan, dan berkelanjutan. Artikel ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kerangka konseptual pendidikan berbasis AI serta panduan praktis bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan pengembang teknologi Pendidikan.
Unduhan
Referensi
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Inovasi: Jurnal Diklat Keagamaan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



