Asesmen Diagnostik dalam Fisika: Pengembangan dan Validasi Instrumen Dua-Tingkat pada Konsep Kalor Menggunakan Model Rasch

Penulis

  • Andi Mustari Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat
  • Intan Wulan Sari Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat ,
  • Abu Bakar Politeknik Aceh ,
  • Septri Rahayu Balai Diklat Keagamaan Ambon , Balai Diklat Keagamaan Ambon
  • Fatma Wati Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.52048/9pcxmg43

Kata Kunci:

Miskonsepsi, Model Rasch, Kalor, Tes Diagnostik

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis instrumen tes diagnostik dua tingkat yang dirancang untuk mengidentifikasi miskonsepsi mahasiswa pada topik kalor. Instrumen ini terdiri atas 20 butir soal pilihan ganda (10 butir untuk konten dan 10 butir untuk alasan) yang mengukur pemahaman dan penalaran mahasiswa. Data diperoleh dari 57 mahasiswa calon guru dan dianalisis menggunakan model Rasch. Hasil penelitian menunjukkan reliabilitas butir sebesar 0,92 dan indeks pemisahan butir sebesar 3,47, yang menandakan konsistensi internal yang tinggi serta kemampuan instrumen dalam membedakan tingkat kesulitan butir. Peta person–item menunjukkan tingkat kesesuaian sedang antara kemampuan mahasiswa dan tingkat kesulitan butir, namun ditemukan kesenjangan pada bagian bawah dan atas distribusi kemampuan. Statistik Infit dan Outfit mengindikasikan adanya tiga butir yakni S8, A4, dan S4 yang tidak sesuai dengan model Rasch dan dianggap kurang efektif dalam mengidentifikasi miskonsepsi mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa model Rasch merupakan alat analisis yang andal untuk mengevaluasi kualitas tes diagnostik serta menekankan pentingnya butir yang terkalibrasi dengan baik agar dapat mengungkap pemahaman konseptual dan miskonsepsi mahasiswa dalam pembelajaran fisika secara akurat.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Diterbitkan

2025-12-22

Cara Mengutip

Asesmen Diagnostik dalam Fisika: Pengembangan dan Validasi Instrumen Dua-Tingkat pada Konsep Kalor Menggunakan Model Rasch. (2025). Inovasi: Jurnal Diklat Keagamaan, 19(2), 268-282. https://doi.org/10.52048/9pcxmg43