Manajemen Dakwah Multietnis dan Pembentukan Identitas Keislaman: Studi Komparatif Mualaf Center Indonesia dan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.52048/bjgav663Kata Kunci:
Manajemen dakwah, multietnis, mualaf, MCI, identitas keislaman, PITIAbstrak
Fenomena pertumbuhan mualaf di Indonesia menunjukkan dinamika identitas keagamaan yang kompleks, terutama dalam konteks masyarakat multietnis. Perubahan agama tidak hanya berkaitan dengan aspek teologis, tetapi juga mencakup pergulatan identitas, penerimaan sosial, serta kebutuhan pendampingan yang berkelanjutan. Dalam kondisi tersebut, keberadaan organisasi dakwah yang adaptif menjadi krusial untuk memastikan proses internalisasi Islam berjalan secara inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen dakwah multietnis yang dijalankan oleh Mualaf Center Indonesia (MCI) dan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) serta kontribusinya dalam membentuk identitas keislaman mualaf. Analisis menggunakan teori Manajemen Dakwah Munir menunjukkan bahwa MCI menerapkan model pengelolaan yang modern, terstruktur, dan berorientasi universal melalui pembinaan spiritual, dukungan psikososial, dan pemberdayaan ekonomi. Sementara itu, PITI mengembangkan strategi dakwah berbasis etnis Tionghoa melalui integrasi budaya, penggunaan simbol dan bahasa setempat, serta penguatan jaringan komunitas. Melalui perspektif Teori Identitas Sosial Tajfel & Turner, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pendampingan mualaf sangat dipengaruhi oleh sejauh mana organisasi dakwah mampu menyediakan ingroup yang menerima, aman, dan selaras dengan identitas etnis yang tetap dipertahankan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa manajemen dakwah multietnis tidak hanya mengatur program dakwah, tetapi juga mengelola dinamika identitas sosial mualaf. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan studi manajemen dakwah dan menawarkan model strategis yang relevan bagi organisasi dakwah di tengah masyarakat plural.
Unduhan
Referensi
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Inovasi: Jurnal Diklat Keagamaan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



